<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908181801849806927</id><updated>2011-04-21T13:26:20.356-07:00</updated><title type='text'>nuansaku</title><subtitle type='html'>&lt;center&gt;Kembali ke Nuansa Ilahiyah&lt;/center&gt;&lt;br&gt;
&lt;center&gt;Penuh Berkah&lt;/center&gt;</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://smunkar02.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908181801849806927/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smunkar02.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Endras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13520007782510161594</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908181801849806927.post-8232024297744815135</id><published>2008-02-10T20:40:00.001-08:00</published><updated>2008-02-10T20:41:00.628-08:00</updated><title type='text'>Posting-3rd</title><content type='html'>Underconstruction&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908181801849806927-8232024297744815135?l=smunkar02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908181801849806927/posts/default/8232024297744815135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908181801849806927/posts/default/8232024297744815135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smunkar02.blogspot.com/2008/02/posting-3rd.html' title='Posting-3rd'/><author><name>Endras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13520007782510161594</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5908181801849806927.post-3475499084546574132</id><published>2007-12-27T01:30:00.000-08:00</published><updated>2007-12-27T02:03:40.998-08:00</updated><title type='text'>Resensi Buku "Buktikan Cintamu"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;Buktikan Cintamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya : Muhammad Nazhif Masykur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Ketika cinta menjadi sebuah fenomena yang sering dibicarakan orang dengan segala daya&lt;br /&gt;tarik dan dilema didalamnya, buah karya Muhammad Nazhif Masykur menjadi sebuah inspirasi&lt;br /&gt;yang menggugah. Buku ini disuguhkan dalam bahasa yang ringan, mudah dicerna oleh setiap&lt;br /&gt;pembaca walaupun lebih mengarah kepada gaya anak muda (remaja). Selain itu, nilai-nilai&lt;br /&gt;Ilahiyah yang terkandung merupakan dasar pemikiran yang menghidupkan nuansa. Memandang generasi muda dalam konteks peran, yaitu hak dan kewajiban yang terdefinisikan dalam makna cinta, urgensi cinta, dan realisasi cinta dalam bingkai Islam.&lt;br /&gt;   Penulis memandang waktu sebagai momentum berharga yang memiliki manfaat sekali&lt;br /&gt;pakai dalam kehidupan ini. Waktu adalah teman yang akan setia menemani kita untuk&lt;br /&gt;merealisasikan cinta. Namun apabila kita tidak bisa menarik benang merah antara waktu dengan aktualisasi cinta, maka tak jarang banyak orang yang kehilangannya (QS. al-'Asr [103]:1-3). Semuanya menjadi sebuah pelajaran berharga, karena hukum sebab akibat menyadarkan setiap kelalaian dan kelengahan dalam menelusurinya.&lt;br /&gt; Waktu bersedia mengantarkan kita pada titik keberhasilan, membimbing kita meraih&lt;br /&gt;kecermelangan prestasi, memberikan pengalamannya untuk menjadi orang besar, dengan syarat kita dapat menghargainya. Namun yang menjadi masalah adalah jika kita berada dalam kefuturan akibat kegagalan yang kita alami. Hal itu dapat diatasi selagi masih ada keinginan kuat dari seseorang untuk mengejar ketertinggalan dengan mengevaluasi diri (QS. Ali-Imran [3]:165), dan segera mengambil tindakan sebagai realisasi dari solusi yang diambil. Motivasi dari pihak luar juga menjadi salah satu faktor pendukungnya. Seseorang yang memiliki kepekaan diri dan optimis akan mampu mengambil kesempatan untuk mendasyatkan pribadinya, memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan. Dengan iman dan tawakal, serta mendayagunakan sains dan teknologi diharapkan dapat memposisikan diri untuk mengambil peran dalam memberikan kontribusi (manfaat) bagi orang lain, hal itulah yang penulis definisikan dalam kerangka pembuktian cinta.&lt;br /&gt;   Sebagai remaja Islam kita dituntut untuk mampu menyalurkan bakat dan kemampuan bagi&lt;br /&gt;dakwah. Mengubah kesan bahwa remaja yang hanya bisa membuat masalah menjadi remaja yang berkualitas untuk kejayaan Islam. Sudah saatnya remaja menjadi benteng awal pertahanan Islam. Islam akan tegak jika generasi mudanya solid dan konsisten terhadapnya. Sebagai generasi muda Islam, tidak ada alasan untuk bersikap pasif, tetapi peran aktifnya dalam memerangi musuh-musuh Islam adalah jawaban yang tepat. Pembuktian cinta kita adalah dimana kita mulai belajar melihat dan memahami lingkungan sekitar serta merangkulnya dengan ajaran aqidah yang lurus ini. Dakwah bukan hanya menjadi beban para ulama, kyai, atau sebagian orang saja, akan tetapi menjadi beban bagi siapa saja yang menganggap dirinya Muslim. Islam tidak akan segera tegak kalau hanya secara konseptual saja. Islam membutuhkan aktualisasi langsung didalam masyarakat.&lt;br /&gt;   Pada bab ke lima ini, penulis mencoba membangkitkan semangat para pembaca, khususnya pembaca muda yang dirasa masih asing dalam pemahaman isu global tentang dunia Islam hingga saat ini. Diharapkan tumbuh kesadaran dan aktualisasi diri untuk segera memahami akidah Islam ini dengan benar, yang mana nantinya akan berefek pada pembelaan kepada Islam&lt;br /&gt;dari segala bentuk penyimpangan dan penjajahan yang dilakukan oleh setiap musuh Islam. Inti yang ingin disampaikan penulis adalah bahwa setiap permasalahan yang dialami oleh setiap&lt;br /&gt;ummat Islam merupakan masalah bersama (ummat Islam yang lain). Hal itu merupakan bentuk penanaman kepedulian terhadap permasalahan ummat, khususnya bagi generasi muda saat ini.&lt;br /&gt;   Mencuatkan dan mengikutsertakan emosional pembaca adalah maksud dari bab ke enam. Disini penulis memberikan gambaran tegas sikap pembelaan terhadap Islam. Beberapa fenomena memperjuangkan al_Haq ini menorehkan alur cerita yang bisa dianggap sebagai “menyemangati”, membangkitkan gelora jihad yang mungkin bagi sebagian awam merupakan bentuk rasa tidak terima jika ada saudara-saudara kita (sesama muslim) diperlakukan biadab oleh musuh-musuh Islam (dalam hal ini adalah zionis Yahudi laknatulloh).&lt;br /&gt;   Remaja dan politik terdefinisikan dalam serangkaian paparan yang indah, dalam konteks yang dibarengi dengan peletakan dasar Islam didalamnya. Di bab ke tujuh ini diberikan terlebih dahulu pengertian tentang politik dalam konteks luas, yaitu berkaitan dengan permainan kekuasaan. Oleh karena kita hidup berdampingan dengan unsur yang bernama “politik”, maka kesadaran politik merupakan salah satu hal yang perlu mendapat sorotan khususnya generasi&lt;br /&gt;muda. Karena Islam memandang politik (dalam kitab al-Mafaahim as-Siyaasiyah) adalah urusan ummat. Berpolitik dalam Islam adalah memberikan ruang untuk mengoreksi penguasa atau amar ma'ruf nahi mungkar. Generasi muda digugah kesadarannya tentang politik dengan diberikan gambaran dan pemaknaannya dalam beberapa ruang lingkup.&lt;br /&gt;   Bab demi bab telah memberikan kepada kita (khususnya generasi muda) pengalaman. Pengalaman-pengalaman sejarah yang tersusun indah dalam sketsa perjuangan penegakan Islam dalam waktu dan ruang yang berbeda. Peradaban ini membutuhkan jiwa-jiwa yang pantang menyerah dalam membuktikan cintanya kepada Islam (tentunya dengan semangat “for Allah Swt”) dengan ragamnya. Dengan kata lain peradaban tidak membutuhkan jiwa-jiwa cengeng yang hanya bisa merengek sambil berdusta. Nilai peradaban adalah ukiran pengorbanan yang menakjubkan. Sosok dengan kepekaan tinggi terhadap Islam menjadi harga tawar untuk dimensi kemenangan. Bagi mereka yang tak lekang dimata peradaban adalah pemenang, pemenang yang akan selalu hidup disisi Rabb-nya untuk selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5908181801849806927-3475499084546574132?l=smunkar02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908181801849806927/posts/default/3475499084546574132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5908181801849806927/posts/default/3475499084546574132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smunkar02.blogspot.com/2007/12/resensi-buku-buktikan-cintamu.html' title='Resensi Buku &quot;Buktikan Cintamu&quot;'/><author><name>Endras</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13520007782510161594</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
